0214705841
08127866663
08127866663

Distributor ATE Tolak Peluru Super 3kg

Wednesday, March 13th 2019. | Uncategorized
Distributor ATE Tolak Peluru Super 3kg

Tolak peluru adalah suatu bentuk gerakan menolak atau mendorong suatu bola besi bulat (peluru) dengan berat tertentu yang terbuat dari logam, yang dilakukan dari bahu dengan satu tangan untuk mencapai jarak terjauh.

Tolak peluru merupakan diantara dari banyak cabang olahraga atletik. Bola besi yang berat harus dilemparkan oleh atlet tolak peluru dengan sejauh mungkin. Peluru yang berbentuk bola besi ini adalah  alat utama dalam bidang olahraga ini, yakni sebuah besi bulat berbentuk bola.

Peluru besi berbentuk bola tersebut dilemparkan dengan cara di tolakkan ke arah tujuan. Dalam melakukan tolakanya dapat menggunakan gaya menyamping atau membelakangi sektor lemparan.

Beberapa ukuran dan berat peluru disesuaikan dengan penggunaan dan kelasnya, diantaranya ialah :

  • Senior Putra : 7,257 kg
  • Senior Putri : 4 kg
  • Junior Putra : 5 kg
  • Junior Putri : 3 Kg

Ukuran Lapangan Tolak Peluru

Lingkaran Tolak Peluru berkonstruksi terbuat dari besi, baja atau bahan lainya yang sejenis untuk di lengkungkan. Pada bagian atasnya harus rata dengan muka tanah luarnya. Bagian lingkaran dalam tolak terbuat dari semen, aspal dan bahan lainya yang sejenis berbentuk padat namun tidak licin.

Ukuran permukaan dalam lingkaran tolak harus data antara 20 mm sampai 6 mm lebih rendah dari bibir atas lingkaran besi. Lebar garisnya 5 cm terbuat diatas lingkaran besi menjulur panjang 0.75 m pada sisi-sisinya lingkaran garis ini terbuat dari cat atau kayu. Bagian diameter dalam lingkaran tolak adalah 2.135 m.

Ukuran tebal besi lingkaran minimum 6 mm berwarna putih. Balok penahan terbuat dari kayu atau bahan yang mendekati agar bisa sesuai lengkungan busur maka tepi dalam menghimpit pada lingkaran dalam tolak, sehingga lebih kokoh, ukuran lebar balok 11,2-30 cm, ukuran panjangnya 1,21-1,23 m di dalam, dan tebalnya 9,8-10,2 cm

Cara Memegang Peluru

Untuk mencapai hasil yang maksimal dan tidak jatuh dalam menolak peluru, maka perlu diperhatikan tata cara memegang peluru yang baik dan benar. Berikut cara memegang peluru, diantaranya adalah :

  • Pada telapak tangan di letakan peluru lalu di pegang menggunakan jari-jari tangan.
  • Diatas jari telunjuk, tengah, dan manis peluru diletakan, sedangkan disamping di tahan oleh ibu jari serta kelingking untuk menahan peluru.
  • Ibu jari sebagai penahan yang mana peluru di letakan diatas jari-jari.

Cara Meletakan Peluru

Peluru telah dipegang dengan baik sesuai cara diatas, maka selanjutnya peluru ditempelkan di leher pada bawah rahang dan didukung dengan tangan. Peluru bagian atas ditempelkan pada dagu dan siku pada 90 derajat.

Gaya dan Jenis Tolakan

Terdapat beberapa gerakan dan jenis gaya tolak peluru, diantaranya ialah :

Macam dan Gaya dalam Tolak Peluru

  1. Gaya depan, sebelum melakukan awalan sikap pemula posisi badan menghadap kearah sasaran. tapi gaya tersebut tidak effisien, sekarang sudah jarang sekali di pakai gaya tersebut.
  2. Gaya samping, sikap pemula berdiri miring dengan menggunakan tangan kanan. Gaya tersebut masih umum digunakan, terutama untuk para atlite pemula termasuk untuk anak sekolah baik SMP, SMA dan sederajat.
  3. Gaya belakang, sikap permulaan badan harus membelakangi arah tolakkan. Gaya tersebut yang hingga kini banyak digunakan para atlet senior dan profesional
  4. Gaya putaran lempar cakram, gaya tersebut hampir sama seperti gaya belakang. namun gerakan kaki tidak mirip gaya belakang, tetapi mirip pada gerakakkan kaki terhadap lempar cakram. Gaya tersebut agak sulit, hingga saat ini tidak begitu banyak penggunanya.

Dari keempat macam dan gaya ini terbagi dua gaya yang akan dibahas, ialah gaya samping dan gaya belakang.

Tolak Peluru Gaya Samping / Ortodoks

Cara melakukan dan teknik tolak peluru gaya samping ialah sebagai berikut :

  1. Peluru siap dipegang pada tangan kanan lalu diletakkan dipangkal leher seperti yang disebutkan diatas yakni cara memegang peluru pada tolak peluru.
  2. Sikap permulaan berdiri agak miring, arah tolakkan berada disebelah kiri badan. Lutut kaki kanan ditekuk, kaki kiri diarahkan menjulur kebelakang lurus namun tetap santai dan lemas lalu berpijak pada ujung kaki. Lengan kiri diangkat santai hingga setinggi bahu atau lebih. sebagian besar berat badan tertumpu pada kaki kanan, namun pandangan kedepan dan agak ke bawah.
  3. Sebelum meluncurkan kekiri, baiknya kaki kiri di angkat ke depan serta melingkar ke sisi kiri dan kembali mempijakan ditempat semula. Ayunkan kaki kiri ini untuk mendapat gerakkan pendahuluan, hanya untuk mendapatkan pendahuluan (seperti kuda-kuda). Maka gerakkan pendahuluanya untuk mendapatkan keseimbangan. lalu gerakan pendahuluan tersebut cukup dilakukan 2 sampai 3 kali.
  4. Setelah badan seimbang dan cukup kuat, maka pada ayunan kaki yang terakhir, kaki kiri tersebut tidak harus diletakkan ditanah, namun lebih baik lagi agak ditarik kekanan sehingga posisi pangkal betis kiri berada dibelakang betis atau kaki kanan, bahkan lebih ke kanan lagi seperti menyilang. Kaki kiri digoyangkan secara cepat kesisi kiri sambil menolakan kaki kanan. Tolakan kaki kanan tersebut agak datar dan rendah, bukan meloncat atau melambung. Akhir dari gerakkan meluncur ke kiri ini, kaki kanan turun terlebih dulu kira-kira seperti pada pusat lingkaran, bahkan kaki kiri terus dijulurkan jauh kesisi kiri, seperti saat mempijakan ditanah ujung telapak kaki mendekati sedikit menyentuh bidang pada balok penahan. Saat seperti itu sikap posisi menolak seperti yang telah disebutkan diatas.
  5. Dari posisi menolak ini, perlu segera di tolakkan dengan yang telah diuraikan diatas.

Teknik Tolak peluru  O’Brein / Gaya Belakang

  1. Peluru siap untuk dipegang dan ditaruh tepat pada pangkal leher menggunakan tangan kanan.
  2. Sikap pemula berdiri membelakangi pada arahh tolakkan. Menegakkan kaki kanan, kaki kiri persis terjulur lurus dan santai ke belakang memijak di ujung kaki. Berat badan sebagian besar tertumpu pada kaki kanan. Pandangan melihat kebawah dan kedepan sekitar 5-10 meter. Dengan posisi tersebut pada seluruh bagian badan santai dan konsentrasi untuk mengatur pernapasan.
  3. Pada Waktu yang sama, badan di arahkan agak miring kedepan lalu kaki kiri  diangkat santai ke menghadap atas mendekati dengan datar tanah, Sisi lengan kiri turun agak lurus dan lemas menghadap ke depan lalu bawah. Selanjutnya lutut kanan dan kiri ditekuk, hingga paha kanan hampir menyentuh bagian dada.  Dengan posisi tersebut, lutut kiri untuk segera meluruskan, digerakan dan diayunkan secara cepat ke belakang dan dibarengi tolakkan kaki kanan lutut samping dengan lurus. Tolakkan kaki kanan kebelakang tersebut harus rendah dan sebisa mungkin cepat bahkan agar gerakkan meluncur gerakkan ini lancar dan tidak lambung. Selama peluncuran ke belakang, baiknya badan untuk terus direndahkan dan miring ke depan serta tetap membelakangi arah pada tolakkan.
  4. Akhir pada luncuran ke belakang tersebut berawal dengan mendaratkan kaki kanan terlebih dulu kurang lebih pada pusat lingkaran, lalu dilanjutkan dengan kaki kiri memijak disebelah kiri dan garis tengah, pada bagian ujung kaki agak sedikit bersentuhan dengan bidang pada balok penahan. Ketika kaki ini berpijak, maka terjadi sikap untuk siap posisi menolak.
  5. Dengan sikap dan posisi menolak tersebut, peluru bisa langsung ditolakkan dengan cara yang telah disebutkan diatas.

Untuk info lebih lanjut dapat langsung menghubungi ke :

Telp : 021 470 5841

Hp & WA : 08127866663 / 081289854040

Alamat : Jl. Panca wardi, No. 33-34, Kayu Putih, Jakarta Timur

tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Artikel lain Distributor ATE Tolak Peluru Super 3kg